reseptor inti

PPAR gamma

PPARs-cryptomonadales

PubMed
U.S. National Library of Medicine
National Institutes of Health

[PPAR and diabetes].
[Article in Japanese]
Terauchi Y, Kadowaki T.
Source

Department of Metabolic Diseases, Graduate School of Medicine, University of Tokyo.
Abstract

The peroxisome proliferator-activated receptors (PPARs) are nuclear fatty acid receptors that have been implicated to play crucial roles in metabolic diseases such as hyperlipidemia, insulin resistance, and diabetes. The three PPAR subtypes, alpha, gamma, and delta, have distinct expression patterns and regulate glucose homeostasis based on the need of a specific tissue. While PPARalpha potentiates fatty acid catabolism in the liver and is the molecular target of the lipid-lowering fibrates, PPARgamma is essential for adipocyte differentiation and hypertrophy, and mediates the activity of the insulin sensitizing thiazolidinediones. PPARdelta may be important in regulating body weight and lipid metabolism in fat tissues. Thus, uncovering the regulatory mechanisms and transcriptional targets of these PPARs will provide insights into the pathogenesis of metabolic diseases and offer valuable information for rational drug design.

JANET C. BORJA
+639228289128 / +639194827899
EMAIL: anginett@gmail.com
YM: anginett888
WEBSITE: http://janetborja.com http://cryptomonadalesppar.wordpress.com http://meridianlifestyle.blogspot.com

Thiazolidinedion dan resistensi insulin

Oleh  : Prof. dr John MF Adam SpPd – KEMD
Kepala Sub-Bagian  Endokin-Metabolik Bagian Penyakit Dalam 

 Fakultas Kedokteran   Universitas Hasanuddin
Kepala Pusat Diabetes dan Lipid Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo

Dan :  dr Herman Adriansjah  SpPD

PENDAHULUAN

Thiazolidiendion adalah obat antidiabetik yang juga dikenal sebagai insulin sensitizer, karena kerja utamanya memperbaiki resistensi insulin.  Mekanisme kerja yang pasti dari obat golongan ini belum jelas, tetapi diduga hampir semua efek hipoglikemik thiazolidiendion adalah melalui interaksi dengan suatu reseptor nuklear yang dikenal sebagai peroxisome proliferator-activated receptor-gamma (PPAR-gamma). Belum diketahui pengaruh langsung thiazolidinedion terhadap sekresi insulin, oleh karena dengan mengaktifasi PPAR-gamma, thiazolidinedion diketahui mengatur transkripsi dan translasi sejumlah protein yang mengatur adipogenesis, diferensiasi adiposit, dan metabolisme asam lemak. Thiazolidinedion diketahui tidak mempengaruhi sekresi insulin secara langsung. Troglitazone merupakan obat golongan thiazolidiendion yang pertama kali dipasarkan, tetapi kemudian ditarik kembali oleh karena terjadinya efek samping pada hati yang tidak diinginkan. Saat ini telah dipasarkan dua jenis obat golongan thiazolidinedion yang lebih kurang toksik dibandingkan dengan troglitazon yaitu pioglitazon (Actos) dan rosiglitazon (Avandia).

Resistensi insulin adalah suatu keadaan dimana respons terhadap efek fisiologis insulin pada metabolisme glukosa, lipid dan protein, dan fungsi endotel vaskular terganggu. Dengan konsep ini, resistensi insulin tidak hanya merupakan kelainan dasar diabetes melitus tetapi diduga juga merupakan kelainan yang mendasari sekelompok kelainan metabolik faktor risiko penyakit jantung koroner yang dikenal sebagai sindroma metabolik. Hampir 92% penderita diabetes melitus tipe 2 dengan keadaan resistensi insulin.

Peroxisome Proliferator-Activator Receptor (PPAR) adalah suatu reseptor yang terletak di dalam nukleus sel, pertama kali ditemukan oleh Issemann dan Green pada tahun 1990, dimana asam fibrat ternyata mengaktivasi suatu reseptor steroid dalam nukleus yang mengakibatkan peroksisom sel hati rodent berproliferasi. Reseptor ini disebut reseptor yang mengaktivasi proliferator peroksisom untuk berproliferasi. Proses ini diduga menyebabkan karsinogenesis pada sel hati rodent. Pada manusia dan interaksi PPAR dengan ligan sintetis lain tidak menimbulkan proliferasi peroksisom oleh karena reaksi ini merupakan reaksi yang species-specific dan ligand-specific. Sebelum ditemukan ligan-nya, PPAR dikenal sebagai orphan receptor .

Peroxisome Proliferator-Activator Receptor mempunyai peran penting dalam proses transkripsi, PPAR menterjemahkan rangsangan metabolik dan farmakologis menjadi ekspresi sejumlah gen yang penting untuk metabolisme asam lemak dan lipid, serta beberapa proses seluler lain misalnya karsinogenesis, inflamasi dan aterosklerosis . Peroxisome Proliferator-Activator Receptor – gamma adalah salah satu tipe dari 3 tipe PPAR yang sudah diidentifikasi (alpha, beta dan gamma ). Aktifasi PPAR-gamma memacu proses adipogenesis, diferensiasi dan distribusi adiposit sehingga memacu efisiensi penyimpanan energi. Pengetahuan tentang PPAR-gamma menjadi berkembang setelah ditemukan thiazolidinedion atau glitazon sebagai ligan sintetis PPAR-gamma. Thiazolidinedion adalah obat anti diabetik dengan kemampuan meningkatkan sensitifitas insulin (insulin sentiziser) .

Resistensi insulin didefinisikan sebagai gangguan respons biologis terhadap insulin baik yang endogen maupun eksogen . Walaupun mekanisme belum jelas sepenuhnya namun diduga penyebabnya antara lain karena kelainan fungsi reseptor insulin, gangguan transpor glukosa dan peningkatan asam lemak bebas . Selanjutnya artikel ini akan membahas efek aktivasi PPAR-gamma oleh thiazolidinedion pada keadaan resistensi insulin.

 
PEROXISOME PROLIFERATOR – ACTIVATOR RECEPTOR – GAMMA

Peroksisom adalah suatu organella dalam sitoplasma sel yang diduga berperan dalam metabolisme hidrogen peroksida, proses katabolik dan anabolik lipid (gambar 1) . Peroxisome Proliferator-Activator Receptor (PPAR) adalah suatu reseptor yang terletak dalam nukleus sel, dan merupakan suatu molekul kompak yang terdiri dari 441 sampai 479 asam amino yang tersusun dalam 6 struktur, yaitu domain A/B, C, D, dan E/F. Domain C mengandung DNA-binding domain (DBD) untuk berinteraksi dengan Peroxisome Proliferator Respons Element (PPRE) pada DNA sel target, dan domain E/F mengandung ligand-binding domain (LBD) untuk berinteraksi dengan ligan.

 
  Sebagai faktor transkripsi, PPAR menterjemahkan / mengekspresikan rangsangan metabolik dan farmakologis menjadi sejumlah protein baru yang meregulasi sintesis sejumlah protein atau gen untuk metabolisme asam lemak dan lipid . Setelah PPAR teraktifasi oleh ligan-nya, sama dengan reseptor nuklear lain dalam superfamili reseptor nuklear, PPAR akan berikatan dengan reseptor retinoat X (9-cis retinoic acid receptor, RXR) membentuk kompleks heterodimer PPAR-RXR sebelum berikatan dengan hormon response element (HRE) DNA sel target membentuk kompleks ikatan Peroxisome Proliferator Respons Element (PPRE) dan memulai proses transkripsi (gambar 2). Struktur PPRE pada DNA yang dikenali oleh PPAR adalah TGACCT X TGACCT . 

   Peroxisome Proliferator-Activator Receptor gamma  adalah salah satu tipe dari 3 tipe PPAR yang sudah diidentifikasi (alpha, beta dan gamma). Sebelum ditemukan ligan-nya, PPAR dikenal sebagai orphan receptor. Asam lemak bebas dan derivatnya misalnya leukotrin B4, prostaglandin, dan hasil dari jalur lipooksigenase adalah ligan alamiah PPAR-gamma, sedangkan ligan sintetis PPAR-gamma adalah obat golongan thiazolidinedion . Pada manusia ditemukan 3 subtipe PPAR-gamma, yaitu gamma 1, gamma 2 dan PPAR-gamma 3. Berbeda dengan PPAR-alpha yang lebih banyak di hati, ekspresi PPAR-gamma lebih terutama ditemukan pada jaringan adiposa. Kecuali PPAR-gamma 2 yang hanya diekspresikan di jaringan adiposa, kedua tipe yang lain (gamma 2 dan gamma 3) diekspresikan juga pada usus besar, usus halus, ginjal, hati dan jaringan otot. Kadar PPAR-gamma di jaringan otot dan hati hanya sebanyak 5-10% kadar PPAR-gamma di jaringan adiposa.

 

RESISTENSI INSULIN

      Resistensi insulin didefinisikan sebagai gangguan respons biologis terhadap insulin baik yang endogen maupun eksogen. Pada keadaan resistensi insulin, sel-beta pankreas memacu sekresi insulin, atau dengan kata lain dibutuhkan kadar insulin lebih banyak daripada normal (hiperinsulinemi) untuk mempertahankan keadaan normoglikemi . Walaupun mekanisme belum jelas sepenuhnya namun diduga penyebabnya antara lain karena kelainan fungsi reseptor insulin, gangguan transpor glukosa dan peningkatan asam lemak bebas. Gangguan insulin signaling (pengiriman sinyal insulin) menyebabkan transpor glukosa ke dalam sel mengalami terganggu dapat terjadi pada a) pre-reseptor (abnormal insulin), b) reseptor (defek jumlah reseptor atau afinitasnya), dan c) post-reseptor (jumlah GLUT-4 berkurang, transduksi signal dan fosforilasi abnormal) .
 
      Kerja insulin dimulai saat insulin berikatan dengan reseptor insulin pada permukaan membran sel target. Ikatan insulin dengan domain ekstraseluler reseptor insulin yang terdapat pada permukaan membran sel mengaktifasi domain intrasitoplasmik reseptor. Residu tirosin reseptor yang teraktivasi (tyrosine phosphorylated) selanjutnya berikatan dengan molekul protein substrat reseptor insulin (insulin receptor substrates, IRS) atau protein Shc. Interaksi molekul protein substrat reseptor insulin dengan molekul p85subunit phosphatidylinositol 3-kinase (PI 3-kinase) memacu translokasi glucose transporter 4 (GLUT-4) ke membran plasma dan ambilan glukosa meningkat (Gambar 3)

      Kadar asam lemak yang meningkat dan adipositokine, misalnya tumor necrosis factor-alpha (TNF-alpha) dapat menghambat insulin signaling (gambar 4). Peningkatan kadar asam lemak bebas plasma seperti umumnya pada obesitas dan penderita diabetes melitus tipe 2, menyebabkan resistensi insulin melalui siklus glukosa-asam lemak (siklus Randle). Menurut hipotesis Randle (siklus glukosa-asam lemak), dkk kadar asam lemak bebas yang tinggi dalam sirkulasi berkompetisi dengan glukosa untuk metabolisme oksidatif di otot rangka. Peningkatan ambilan asam lemak bebas menghambat oksidasi glukosa pada tingkat pyruvat dehidrogenase (PDH) dan glikolisis pada tingkat phosphofructokinase; keadaan ini berakibat kadar glucose-6-phosphate intraselular meningkat sehingga menghambat fosoforilasi glukosa yang masuk oleh heksokinase menyebabkan ambilan glukose berkurang. Peningkatan distribusi kadar asam lemak bebas ke hati melalui sirkulasi portal memacu oksidasi asam lemak menjadi acetyl coenzyme A (CoA) sehingga memacu pyruvate carboxilase dan produksi glukosa dari pyruvate (gambar 5). 
 
      Belum jelas mekanisme pasti asam lemak bebas menghambat insulin signaling dan transpor glukosa, diduga long-chain acetyl-coenzyme A (LCAC), bentuk asam lemak bebas yang teraktifasi, menghambat aktivitas protein kinase C yang menyebabkan sintesis glikogen terhambat. Selain itu, LCAC juga meregulasi translokasi GLUT-4. Akumulasi trigliserid dan asam lemak dalam sel otot rangka menghambat insulin signaling melalui beberapa mekanisme termasuk aktivasi protein kinase C, pembentukan ceramide dan inhibisi translokasi GLUT-4 secara langsung. Selain asam lemak bebas, sebagai organ endokrin jaringan adiposa juga mensekresi beberapa molekul protein signaling atau yang dikenal sebagai adipositokine (adipokine), termasuk TNF-alpha. Tumor necrosis factor-alpha meningkatkan fosforilasi serine IRS, menghambat fosforilasi tyrosine dan insulin signalling.

AKTIFASI PPAR-GAMMA OLEH THIAZOLIDINEDION PADA RESISTENSI INSULIN

    Thiazolidinedion atau glitazone, misalnya troglitazon, pioglitazone, ciglitazone, englitazone, adalah ligan sintetis yang spesifik untuk PPAR-gamma, dan ligand sintetis mengaktivasi PPAR-gamma. Thiazolidiendion adalah obat antidiabetik yang juga dikenal sebagai insulin sensitizer oleh karena kerja utamanya dengan memperbaiki resistensi insulin. Hal ini menarik karena secara langsung hubungan PPAR-gamma dengan gen-gen yang mengatur homeostasis glukosa belum sepenuhnya jelas. Ekspresi PPAR-gamma di jaringan otot yang merupakan jaringan utama terjadinya resistensi insulin hanya sedikit dibandingkan pada jaringan adiposa. Secara tidak langsung aktifasi PPAR-gamma oleh thiazolidinedion meningkatkan sensitifitas insulin dengan memacu ekspresi sejumlah protein gen-gen yang berperan penting dalam adipogenesis, diferensiasi adiposit dan remodelling jaringan adiposa (gambar 6)

       Asam lemak bebas masuk ke dalam adiposit dapat dengan cara difusi dan diperantarai oleh protein-protein transpor spesifik di membran dan dalam sitoplasma sel. Aktifasi PPAR-gamma menginduksi lipoprotein lipase (LPL),  fatty-acid transport protein (FATP)-1, dan acyl coenzyme A synthetase (ACS) jaringan adiposa secara selektif tanpa mempengaruhi ekspresi gen-gen ini pada jaringan otot rangka sehingga mempercepat klirens asam lemak bebas dan adipogenesis tanpa peningkatan distribusi ke jaringan otot rangka dan hati mencegah peningkatan glukoneogenesis . Menurut beberapa penelitian distribusi asam lemak yang berlebihan menyebabkan deposisi lemak dalam hepatosit (hepatic steatosis) dapat mengganggu ikatan reseptor-insulin dan otofosforilasi .

   Jaringan adiposa terbentuk oleh adiposit yang berasal dari adipoblas (preadiposit). Ada dua jenis adiposit, yaitu yang berukuran besar dan yang berukuran kecil. Adiposit berukuran kecil membentuk jaringan adiposa coklat (brown adipose tissue, BAT) dan lebih banyak didistribusikan di jaringan adiposa subkutan, lebih sensitif terhadap insulin yang mempunyai efek antilipolisis, sehingga tidak mudah mengalami lipolisis. Aktifasi PPAR-gamma menyebabkan remodelling jaringan adiposa putih (white adipose tissue, WAT) dengan memacu apoptosis sel adiposa berukuran besar dan sebaliknya memacu lebih banyak terbentuk adiposit berukuran kecil untuk menggantikan adiposit berukuran besar. Adiposit besar mensekresikan lebih banyak sitokin seperti interleukin-6 (IL-6) dan TNF-alpha. Penelitian juga menunjukkan bahwa PPAR-gamma menekan sekresi TNF-alpha dan sitokin lain, serta memacu kecepatan sintesis dan translokasi GLUT-4 ke membran plasma sel .

RINGKASAN

   Peroxisome Proliferator-Activator Receptor (PPAR) adalah suatu reseptor yang terletak dalam nukleus sel, dan sejauh ini sudah diidentifikasi ada tiga tipe yaitu PPAR alpha, beta, dan gamma. Ekspresi PPAR-gamma terutama ditemukan pada jaringan adiposa dan aktifasi PPAR-gamma memacu adipogenesis dan diferensiasi adiposit, serta mengatur distribusi jaringan adiposa. Hal ini menarik karena aktifasi PPAR-gamma oleh thiazolidinedion memperbaiki sensitifitas insulin . Resistensi insulin adalah suatu kegagalan respons efek fisiologis insulin terhadap metabolisme glukosa, lipid, protein serta fungsi endotel vaskuler. Walaupun belum jelas sepenuhnya, defek post-reseptor diduga yang paling banyak menyebabkan resistensi insulin. Defek post-reseptor dapat diakibatkan oleh karena kadar asam lemak bebas yang tinggi, adipositokin dan TNF-alpha yang dihasilkan oleh jaringan adiposa. Interaksi thiazolidinedion dengan PPAR-gamma memperbaiki sensitifitas insulin secara tidak langsung dengan cara: a) memacu ekspresi gen lipoprotein lipase dan protein-protein transpor asam lemak jaringan adiposa secara selektif sehingga mempercepat klirens asam lemak bebas dan adipogenesis tanpa peningkatan distribusi ke jaringan otot rangka dan hati mencegah peningkatan glukoneogenesis; b) remodelling jaringan adiposa dengan memacu diferensiasi adiposit sehingga lebih banyak terbentuk adiposit berukuran kecil yang lebih stabil, dan mengatur distribusi jaringan adiposa; dan c) menekan sekresi TNF-alpha, dan memacu sintesis glucose transporter dan translokasi GLUT-4.

DAFTAR PUSTAKA

1.  Vamecq J, Latruffe N. Medical significance of peroxisome
    proliferator-activated receptos. Lancet 1999; 354:141–148.
2.  Staels B, Auwerx J. Role of PPAR in the pharmacological

    regulation of lipoprotein metabolism by fibrates and 
    thiazolidinediones. Curr Pharmacol Design 1997;3:1-14
3.  Auwerx J. PPAR gamma, the ultimate thrifty gene. Diabetologia

    1999;42:1033-1049
4.  American Diabetes Association. Consensus development

    conference on insulin resistance. Diabetes Care 1999 21:
    310-314
5.  Lebovitz HE. Insulin resistance: definition and consequences.

    Exp Clin Endocrinol Diabetes 2001; 109 (Suppl. 2): S135-S148
6.  Schoonjans K, Martin G, Staels B, Auwerx J. Peroxisome

    proliferator-activated receptors, orphans with ligands
    and functions. Curr Opin Lipidol 1997; 8: 159-166
7.  Wilding JPH. Obesity and nutritional factors in the

    pathogenesis of type 2 diabetes mellitus. Pickup 
    JC, Williams G (eds.), 3nd ed., Blackwell Science, Oxford 
    2003:21.1-21.16
8.  Hendry RR, Mudaliar S. Obesity and Type II Diabetes Mellitus.

    In: Eckel RH, ed. Obesity Mechanisms and Clinical 
    Management. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins,
    2003; 229 – 272.
9.  Spiegelman BM. PPAR gamma: Adipogenic regulator and

    thiazolinedione receptor. Diabetes 1998;47:507-514
10. Furnsinn C, Waldhausl W. Thiazolidinediones: metabolic

    actions in vitro. Diabetologia 2002;45:1211-1223

Berbagai Pengobatan Baru Diabetes Melitus

Adelia Ratnadita – detikHealth

Jakarta, Begitu banyaknya penderita Diabetes Melitus (DM) di seluruh dunia, membuat para peneliti terus mengembangkan pengobatan penyakit tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak penelitian dilakukan yang terkait dengan penyakit DM.

Penelitian-penelitian tersebut tentunya dilakukan untuk menemukan pengobatan yang terbaik untuk DM. Penelitian-penelitian tersebut, termasuk berhasil ditemukannya pankreas buatan dan transplantasi sel beta.

Beradasarkan data National Diabetes Statistics 2011, prevalensi DM telah diperkirakan 8,3 persen dari penduduk Amerika Serikat, dan sebagian besar adalah DM Tipe II seperti dilansir dari Epharmapedia, Rabu (7/9/2011).

Berbagai pengobatan DM telah dikembangkan dan telah diterapkan pada banyak pasien DM tipe 2. Namun, pengobatan pada pasien DM Tipe II terkait pada beberapa mekanisme, antara lain:

1. Insulin sensitizer
Insulin sensitizer dapat meningkatkan kemampuan sel tubuh untuk mengenali berbagai insulin, dan kemudian untuk meningkatkan tindakan insulin dengan mendorong glukosa ke dalamnya, sehingga menurunkan tingkat glukosa darah. Sensitizer insulin utama, yaitu glitazones dan Biguanides seperti metformin.

2. Secretagogues
Obat ini termasuk obat yang memaksa pankreas untuk meningkatkan jumlah insulin, sehingga dapat menurunkan kadar glukosa darah. Obat-obat ini termasuk sulfonilurea, meglitinides, mimesis incretin (Exenatides) dan dipeptidyl peptidase inhibitor IV (DPP IV inhibitor), seperti sitagliptin.

3. Mekanisme lainnya
Mekanisme lainnya, misalnya alfa-glukosidase inhibitor dan analog amylin. Acarbose adalah inhibitor alfa-glukosidase yang mencegah degradasi karbohidrat dalam usus, dan dengan demikian mencegah penyerapan glukosa yang diperoleh dari makanan. Pramlintide adalah analog hormon yang disebut amylin, yang dihasilkan dari sel-sel yang sama yang memproduksi insulin. Amylin memperlambat gerakan perut dan menciptakan sensasi kenyang yang membantu untuk mengatur penyerapan glukosa dan mencegah peningkatan pesat konsentrasi glukosa darah setelah makan

Beberapa pengobatan baru untuk DM, antara lain:

1. Exenatide seminggu sekali
Beberapa exenatides telah diperkenalkan sebagai suntikan sehari-hari, dan telah disetujui sebagai pengobatan pembantu untuk DM tipe II.

2. SGLT-2 Inhibitor
Ginjal adalah organ yang cukup konservatif ketika didatangi glukosa, karena ia bekerja untuk menyerap kembali beban glukosa yang mungkin mencoba untuk keluar bersama urin. Sodium-glukosa cotransporter-2 (SGLT-2) yang secara normal ditemukan dalam tubulus proksimal ginjal akan mereabsorbsi sebagian besar glukosa dan mengembalikan ke aliran darah dengan bantuan dari gradien natrium.

Dapagliflozin adalah obat pertama yang dikembangkan untuk menghambat SGLT-2 dan karenanya meningkatkan hilangnya glukosa dalam urin. Penurun glukosa merupakan obat dengan kemampuan yang berhubungan dengan ekskresi glukosa ginjal. Efeknya tergantung pada jumlah glukosa yang disaring melalui glomeruli dan tidak tergantung pada sekresi insulin. Metode aksi meminimalkan risiko hipoglikemia. Tetapi hal itu juga membuat dapagliflozin kurang efektif bila tingkat filtrasi glomerulus menurun karena perkembangan gangguan ginjal.

Dalam dua studi, dapagliflozin (5 mg atau 10 mg) dievaluasi dalam kombinasi dengan metformin XR dan dibandingkan dengan monoterapi. Kedua studi dilakukan selama 24 minggu, dan pada akhir penelitian proporsi yang lebih tinggi dari pasien yang diobati dengan terapi kombinasi mencapai HbA1c yang lebih rendah dan kontrol glikemik yang lebih baik. Pada kelompok Dapagliflozin juga mencapai penurunan berat badan lebih dari kelompok metformin. Efek samping utama yang dilaporkan adalah infeksi saluran kemih.

Food and Drugs Administration (FDA) pada 19 Jul 2011 menentang merekomendasikan persetujuan untuk obat baru ini karena dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker payudara dan kanker kandung kemih.

3. Agonis PPAR ganda
Glitazones adalah agonis PPAR-gamma, dan melalui aktivasi reseptor nuklir spesifik, dapat membuat jaringan tubuh merespons insulin. Suatu grup baru dari obat Agonis PPAR disebut Dual, karena kemampuannya untuk mengaktifkan PPAR-gamma dan alpha pada waktu yang sama. Menariknya, agonism PPAR-alpha seharusnya merupakan mekanisme aksi fibrate yang mengurangi trigliserida dan meningkatkan HDL. Sehingga seharusnya bahwa agonis PPAR-ganda akan terus mendapatkan manfaat dari glitazones dan fibrates.

Sebuah uji coba fase II memeriksa suatu agonis PPAR ganda baru, yaitu aleglitazar,. Pengujian tersebut menunjukkan bahwa terapi dengan agen ini mengurangi hiperglikemia dan level normal dari HDL-C dan trigliserida dengan keamanan yang dapat diterima. Aleglitazar saat ini sedang dipelajari dalam skala besar percobaan klinis untuk menilai apakah akan dapat mengurangi risiko kardiovaskular (kematian, infark miokard, atau stroke) di antara pasien dengan diabetes dan penyakit arteri koroner.

4. Glukokinase Aktivator
Glukokinase adalah enzim intraseluler yang dapat membatasi langkah dalam metabolisme glukosa.

Tidak ada keraguan bahwa diabetes merupakan target potensial bagi banyak peneliti dan ilmuwan untuk menurunkan prevalensi diabetes. Kemajuan dalam pemahaman tentang patofisiologi diharapkan dapat membimbing para peneliti untuk mengembangkan pengobatan yang lebih radikal dan maju. Namun sayangnya, berbagai pengobatan baru untuk DM yang telah ditemukan oleh para peneliti mungkin belum dapat diperoleh dan digunakan secara luas di negara berkemba
(ir/ir)

credit: http://www.detikhealth.com/read/2011/09/07/145255/1717489/763/berbagai-pengobatan-baru-diabetes-melitus

nyoba

[TRANS] Lyrics to Yoochun’s “The Empty Space for You” (Miss Ripley OST) (via JYJ3)

I love that song so much..

The Empty Space for You  Album: Miss Ripley OST Part3 Composed & Written by: Jung Haesung Song by: Park Yuchun I hope it’s not love The coming goodbye hurts so much If you can be happy, [I’ll] stop now stop This is all I can do for you My love is an empty space only for you for you for you I look away and laugh with effort so that you don’t find out I don’t like it when you’re hurt I don’t like goodbyes You shouldn’t love me   I would like it … Read More

via JYJ3

[PICS + GIF] Random Junsu– Smiling (via JYJ3)

I love the way he smile…
love it soooooooooo <#

[PICS + GIF] Random Junsu-- Smiling ^_^ Source: 별이샤 Shared by: JYJ3 … Read More

via JYJ3

[Trans] 110515 The Reason Why Kim Junsu Got Mad At A Checkpoint Because Of Park Yoochun?

KBS 2TV’s ‘Talk Show of the Public, Hello’, supported by KBS and run by TV Daily, has been garnering attention being aired live through Daum.

In the live airing that the public participated in, Hong Yoon Hwa and Kim Min Gi, the representative couple amongst comedians, listened to the worries of the public and gave solutions to their problems. ‘Hello’ is out to solve the problems of the public through the format of the show.

The most interesting story came from a 29-year-old woman working at the Korea Customs Service. This woman was working at her usual checkpoint when she was surprised by an extremely handsome man approaching it.

The person who was approaching her was none other than JYJ’s YoungWoong Jaejoong. In a daze, she let him pass through and was even more surprised when she saw the next person in line. A man was slowly approaching her station and it was as if light was radiating from his body. She realized she was looking at JYJ’s Micky Yoochun.

In order to look at Micky Yoochun’s face just a little longer, because he was so handsome, the woman kept asking him to do things like spread his arms out while she inspected him. Because she wanted to stay by his side for a long time, she held him there for quite a while.

But she could feel a prickle on the back of her head and when she turned around, she was met with the angry expression of Xiah Junsu, who had grown sulky at having to wait so long for his turn. Feeling bad, the woman let Xiah Junsu pass quickly when it was finally his turn.

Viewers who were watching the show live stated, “Not wanting to send Micky Yoochun away.. I totally get what she was feeling“, “It’s interesting to watch the show like this, I wonder what it will be like to see it on TV” and “It’s more fun because comedians are leading the show.”

The program, which was aired live on Daum, will be aired on TV on the 16th at 11:05pm.

Source: [tvdaily]

Translated & Shared by: dongbangdata.net

oh God..yoosu is everywhere <3

I love them sooo kyaaaaa..

su was jealous with that girl..lol lol lol

cz chunie are his..<3 <3

Yoosu <3

hey yoosu lover..

I think they are not a yaoi’s couple, but they’re just twin with different parents..lol

[VIDEO] 110201 Junsu – Tears of Heaven Press Preview

Credits: wickedinutopia2
Shared by: ieie041093

110201 Tears of Heaven Fanaccount

1. SUMMARY of the link http://gall.dcinside…commend=1&bbs;=
- the person who wrote this fan acct was worried about whether JS would do well in this musical b/c there’s English diction and all. She was also afraid of the “sophomore jinx”. But JS did really well. She thinks it’s awesome that JS got to play Joon before anybody else in the world.

- In ToH, there are less dramatic elements than Mozart!. But there are more subtle/delicate/detailed sides to ToH, and she could see a different side [of JS's acting]. She says you shouldn’t compare Mozart! and ToH b/c they’re very different from each other in terms of style, plot, etc.

*spoiler alert*

- There’s a scene where JS hangs onto the metal fence at the airport after Lyn leaves. His eyes are teary, his body’s all injured, and arm’s severely injured. This scene was so great that she wants to have the vid clip of it. * Other fan accts said the emotion JS expressed singing in this scene was so deep it made people cry*

- “I’ve got to learn” – agony JS feels after he kills a human being is so well-expressed in this number. JS apparently was all shaky in his scene. This number and JS’s acting made her speechless. It was beyond words.

- Tiger and doves (props) – this scene between JS and Lyn’s so cute. It makes you wiggle and writhe in your seat b/c it’s so cute.

- She was worried about JS’s English diction, but his English was very natural. The conflict scene between Jun and Grason gave her goosebumps.

- JS’s acting was really great. Middle-aged Jun’s part was so realistic it really made JS look like he was in love with Lyn. In war scenes, when there was a gun to his head, when Lyn left him, he looked so sad, etc, it made this fan’s heart ache.

- JS’s diction and acting improved so much, the fan thinks JS could do regular acting (as in dramas,etc). His diction was so easy to understand.

- JS’s ability to sing low notes improved so much compared to when he did Mozart! His voice became so much fuller. THis can be heard in “Can you hear me”. The delicate, subtle, detailed expressions of feelings can be heard in “Can you hear me” metal fence version. His growth is apparent in “I’ve got to learn”. The stage was too small for him.

- Junsu seemed teary during curtain call

- *MY* understanding of this long fan acct: JS is the best! He tried so hard, improved so much (but… was there any room for improvement for JS?) and was just amazing. I feel so proud of him and all his hard work!

Cr: 샤벼락 @ DC Inside TVXQ Gallery

2. Junso broke a stage prop (a tiger). When it broke he looked dumbfounded for a second but smiled about it and just went on…

3. I keep reading that a lot of people cried b/c the musical in general is very cute but sad. Supposedly the staff for the Broadway production came to the show and sat close to the stage. A lot of the female Broadway staff were seen crying.
Many people said they were moved/touched by the musical and left the threatre wanting to fall in love/pondering about what love is.

 

Ind trans:

1.  Ringkasan dari link http://gall.dcinside…commend=1&bbs;=

-  Orang yang menulis fan acc ini cemas tentang apakah Junsu akan melakukan musikal dengan baik atau tidak karena ada beberapa gaya bicara dengan bahasa Inggris. Dia juga takut akan “mahasiswa tingkat dua yang membawa nasib sial” (aku ga tau maksudnya). Tapi Junsu melakukan dengan baik. Dia pikir itu mengagumkanbahwa Junsu dapat memainkan Joon sebelum orang lain di dunia ini.

-  TOH tidak sedramatis Mozart, tapi lebih halus/lembut/detail, dan dia dapat melihat perbedaan akting Junsu. Dia berkata, kamu harus membandingkan Mozart dengan TOH karena keduanya berbeda satu sama lain di gaya, alur, dll.

*bocoran*

-  Di sana ada adegan dimana Junsu menggantung pada pagar logam di bandara setelah lyn pergi. Matanya berair,  seluruh badannya terlukan dan tangannya sebagian terluka. adegan ini sangat bagus hingga dia ingin merekamnya *fan acc yang lain mengatakan bahwa ekspresi Junsu saat bernyanyi di adegan ini sangat dalam sehingga membuat orang menangis*

-  “Aku telah belajar” – penderitaan Junsu setelah dia membunuh manusia memperlihatkan ekspresi yang bagus saat adegan itu. Junsu rupanya gemetar di adegan ini. Adegan ini dan aktingnya Junsu membuat dia kehilangan kata-kata. Itu melebihi kata-kata.

-  Tiger and doves (alat-alat yang diperlukan saat pentas) *aku ga tau maksudnya TT* – adegan ini antara Junsu dan Lyn sangat imut. Itu membuatmu bergoyang dan menggeliat di tempat dudukmu karena itu sangat lucu *mungkin maksudnya gemes*.

-  Dia sangat cemas dengan gaya bicara bahasa Inggrisnya Junsu, tapi bahasa Inggrisnya sangat wajar. Adegan konflik antara jun dan Grason membuatnya merinding.

-  Aktingnya Junsu sangat bagus. Pertengahan umur Junsu sangat nyata, itu membuat Junsu terlihat seperti dia jatuh cinta kepada Lyn. Di adegan perang, dimana pistol mengarah ke kepalanya, dimana Lyn meninggalkannya, dia terlihat sedih. Itu membuat hati fans sakit.

-  Gaya bicara Junsu dan aktinanya bertambah baik, fans berpikir  Junsu dapat berakting tetap (seperti di drama, dll).Gaya berbicaranya sangat mudah dimengerti.

-  Kemampuan Junsu untuk menyanyikan nada rendah bertambah baik dibandingkan ketika dia di Mozart! Suaranya menjadi sangat dalam. Ini dapat di dengar saat “Can You Hear me”. lembut, halus, detail pengekspresian perasaan dapat di dengar di “Can you hear me” versi pagar logam *aku ga tau maksudnya metal fence version*. Pertumbuhannya sangat jelas di “I’ve got to learn”. Panggungnya terlalu kecil untuk dia.

-  Junsu terlihat menangis saat curtain call *tirai di buka?*.

-   *aku* mengerti dengan panjangnya fan acc: Junsu is the best! Dia mencoba dengan keras, bertambah baik (tapi…apakah di sana ada tempat Junsu untuk bertambah baik?) dan sangat mengagumkan.  Aku sangat bangga dengan dia dan semua kerja kerasnya.

Cr: 샤벼락 @ DC Inside TVXQ Gallery

2. Junsu merusak alat yang di butuhkan saat pentas. Ketika itu rusak, dia tercengang untuk beberapa saat tapi tersenyum dan pergi..

3. Aku telah membaca bahwa banyak orang yang menangis karena musikal yang umum sangat lucu tapi menyedihkan. Menurut dugaan staff dari broadway production  datang ke acara dan duduk dekat panggung. Banyak staff wanita dari broadway production terlihat menangis.

Banyak orang mengatakan mereka tersentuh oleh musikal itu dan meninggalkan teater dengan perasaan ingin jatuh cinta/ merenungkan tentang apa itu cinta.

Cr: Daum Telzone JYJ Gallery, DC Inside TVXQ Gallery

translation: @Spring_Breezes http://www.twitlonger.com/show/8hm59o

trans indo: ieie041093

« Entri lama
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.